Sabtu, 23 Januari 2010
Tentang Peniupan Sangkakala . . .
"Dan ditiuplah sangkakala maka matilah semua yang di langit dan di bumi, kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah SWT". (QS. Az Zumar :68).
Tiupan ini akan mengguncang seluruh alam dengan guncangan yang keras dan hebat sehingga merusak seluruh susunan alam yang sempurna ini. Ia akan membuat gunung menjadi rata, bintang bertabrakan, matahari akan digulung, lalu hilanglah cahaya seluruh benda-benda di alam semesta. Setelah itu keadaan alam semesta kembali seperti awal penciptaannya.
Allah SWT menggambarkan kedahsyatan saat kehancuran tersebut sebagaimana firman-Nya : "Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah itu sangat keras". (QS. Al Hajj:1-2).
Sedangkan pada tiupan sangkakala yang kedua adalah tiupan untuk membangkitkan seluruh manusia ; "Dan tiupan sangkakala (kedua), maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Rabb mereka". (QS. Yaa Siin : 51).
Rasulullah SAW bersabda, "Kemudian ditiuplah sangkakala, dimana tidak seorangpun tersisa kecuali semuanya akan dibinasakan. Lalu Allah SWT menurunkan hujan seperti embun atau bayang-bayang, lalu tumbuhlah jasad manusia. Kemudian sangkakala yang kedua ditiup kembali, dan manusia pun bermunculan (bangkit) dan berdiri". (HR. Muslim).
Jumat, 08 Januari 2010
"Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu" ( QS. As Syams : 9 )
أَنَا سَيِّدُ النَّاسِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ
" Aku pemimpin manusia di hari kiamat "
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , yang berpadu dalam dirinya segenap tuntunan keluhuran , yang seluruh nabi dan rasul disumpah untuk setia dan menjadi pendukung Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam
Jumat, 01 Januari 2010
Memanasi Hati Iblis . . .
Pada suatu saat Rasulullah SAW bertanya kepada Iblis, ” Jika engkau bisa menjawab dengan jujur, coba ceritakan kepadaku, siapa yang paling engkau benci ?”
Iblis menjawab dengan jujur, ” Engkau, wahai Muhammad, adalah orang yang paling aku benci dan kemudian orang2 yang mengikuti agamamu.”
” Lalu, siapa lagi yang paling kau benci ?” tanya Rasulullah SAW.
” Seorang pemuda yang bertakwa, yang mencurahkan dirinya hanya kepada Allah SWT.” Jawab Iblis.
” Lalu, orang alim yang wara (menjaga diri dari syubhat) lagi sabar. Lalu, orang yang senantiasa menjaga kesucian dari 3 kotoran (Hadast besar, kecil, dan najis).”
” Siapa lagi ?” tanya Rasulullah SAW.
” Orang Fakir yang senantiasa bersabar, yang tidak pernah menuturkan kefakirannya kepada siapapun dan juga tidak pernah mengeluhkan penderitaan yang dialaminya,” jawab iblis.
” Dari mana engkau tahu kalau ia bersabar ?”
” Wahai Muhammad, bila ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya kepada makhluk yang sama dengannya selama 3 hari, maka Allah SWT tidak akan mencatat perbuatannya dalam kelompok orang2 yang bersabar.” jawab Iblis.
” Siapa lagi yang engkau benci ?”
” Orang kaya yang bersyukur.”
” Lalu apa yang bisa memberitahumu bahwa ia bersyukur ?”
” Bila saya melihatnya mengambil kekayaannya dari apa saja yang dihalalkan dan kemudian disalurkan pada tempatnya.”
” Bagaimana kondisimu apabila umatku menjalankan sholat ?” tanya Rasulullah SAW.
” Wahai Muhammad, saya langsung merasa gelisah dan gemetar,” jawab Iblis.
” Sesungguhnya apabila seorang hamba bersujud kepada Allah SWT, maka Allah akan mengangkatnya satu derajat (tingkat). Apabila mereka berpuasa, maka saya terikat sampai mereka berbuka kembali.
Apabila mereka menunaikan manasik Haji, maka saya jadi gila. Apabila mereka membaca Al Qur’an, maka saya akan meleleh (mencair) seperti timah yang dipanaskan dengan api. Apabila mereka bersedekah maka seakan2 orang yang bersedekah tersebut mengambil kapak lalu membelahku menjadi dua.”
” Mengapa ?”
” Sebab dengan sedekah itu, Allah SWT akan menurunkan keberkahan dalam hartanya, menjadikan dia disenangi di kalangan makhluk-Nya, dengan sedekah itu pula Allah SWT akan menjadikan suatu penghalang antara neraka dengannya dan akan menghindarkan segala bencana dan penyakit.”
” Segala puji bagi Allah SWT yang telah menjadikan umatku bahagia dan mencelakakanmu sampai pada waktu yang ditentukan,” tutur Rasulullah SAW.
” Tidak mungkin ! Di mana umatmu bisa bahagia sementara aku senantiasa hidup dan tidak mati sampai pada waktu yang telah ditentukan. Lalu bagaimana engkau bisa bahagia terhadap umatmu, sementara aku bisa masuk kepada mereka melalui aliran darah dan daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan yang telah menciptakanku dan telah menunda kamatianku sampai pada hari mereka dibangkitkan kembali (kiamat), sungguh aku akan menyesatkan mereka seluruhnya, baik yang bodoh maupun yang alim, yang awam maupun yang bisa membaca Qur’an, yang nakal maupun yang rajin beribadah, kecuali hamba2 Allah SWT yang mukhlis (murni).” jawab Iblis.
Kemudian Rasulullah SAW meneruskan pertanyaannya, ” Wahai makhluk yang terkutuk, siapa teman dudukmu ?”
” Orang2 yang suka makan riba.” jawab Iblis lagi.
” Siapa teman dekatmu ?” tanya Rasulullah SAW.
” Orang yang berzina.”
” Siapa teman tidurmu ?”
” Orang yang mabuk.” jawab Iblis.
” Siapa tamumu ?” Tanya Rasulullah
” Pencuri.”
” Siapa utusanmu ?” tanya Rasulullah
” Tukang sihir (dukun).” jawab Iblis.
” Apa yang menyenangkan pandangan matamu ?” tanya Rasulullah.
” Orang yang bersumpah dengan talak.” jawab Iblis.
” Siapa kekasihmu ?” tanya Rasulullah.
” Orang yang meninggalkan sholat Jum’at.”
” Apa yang membuat hatimu panas ?” tanya Rasulullah.
” Bila manusia banyak beristighfar kepada Allah, di malam maupun siang hari.”
” Apa yang membuatmu malu dan hina ?” tanya Rasulullah.
” Sedekah secara rahasia.” jawab Iblis.
” Apa yang dapat mengendalikan kepalamu ?” tanya Rasulullah
” Memperbanyak sholat berjamaah.”
” Siapa orang yang paling membahagiakanmu ?” tanya Rasulullah
” Orang yang sengaja meninggalkan sholat.”
” Siapa yang paling celaka menurut engkau ?” Tanya Rasulullah
” Orang2 yang kikir.” Lalu, kata Iblis lagi, ” Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka saya ikut memakannya. Saya juga ikut memakan yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari setan ketika bersetubuh dengan istrinya, maka setan akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku.”
” Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka aku adalah temannya.”
” Aku memohon kepada-Nya agar aku punya rumah, maka kamar mandi adalah rumahku. Aku memohon agar punya masjid, maka pasar adalah masjidku. Aku memohon agar punya Al Qur’an, maka syair adalah Al Qur’anku. Aku mohon agar aku punya adzan, maka terompet adalah adzanku. Aku memohon kepada-Nya agar aku punya tempat tidur, maka orang2 yang mabuk adalah tempat tidurku …. ”
Rasulullah berkata kepada Iblils, ” Andaikan tidak setiap apa yang engkau ucapkan itu didukung oleh ayat2 dari kitab Allah tentu aku tidak akan membenarkanmu.”
Rabu, 30 Desember 2009
Selamat Jalan Gus Dur ! Santri Yang Menjadi Presiden . .
Keluarga besar Darussalam-Qolbunsalim, Shirotussalaam al Kubro, Perguruan Cakra Mataram, dan keluarga M. WAHYU ENDRIHARTO berdoa Semoga segala puji untuk ALLAH s.w.t. dengan memberi dan melimpahkan rohmat dan inayahNYA kepadamu Gus . . . menerangi kuburmu, dan menjauhkan segala siksaNya darimu, memberimu nikmat surga seperti yang telah dijanjikan ALLAH lewat rasul-rasulNya. Amiin.
Jumat, 11 Desember 2009
WAHH . . .
…. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat
(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya … [maksude : sholat tapi nglamun ae, ngeling-eling kancane, jemuran, gorengan sing durung dientas, lsp. ]
Pedoman hidup sejati
Ialah mengenal hakikat diri
Tidak boleh melalaikan shalat yang khusyuk
Oleh karena itu ketahuilah
Tempat datangnya yang menyembah
Dan Yang Disembah
QS An Nahl 51. Allah berfirman: "Janganlah kamu menyembah dua tuhan; sesungguhnya Dialah Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut."
Bilamana syahadat dipadukan,
maka dapat diumpamakan seperti kesatuan transenden antara : tindakan menulis, tulisan dan lembaran kertas yang mengandung tulisan itu. Juga dapat diumpamakan seperti gelas, isinya dan gelas yang isinya penuh. Bilamana gelas bening, isinya akan tampak bening sedang gelasnya tidak kelihatan. Begitu pula hati seorang mukmin yang merupakan tempat kediaman Tuhan, akan memperlihatkan kehadiran-Nya bilamana hati itu selamat yaitu : bersih, tulus dan jujur [inilah yang disebut dengan qolbunsalim]
.
AN NISA’78. Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh.
[ AM HASIBE’ TUM ANTAD’ KHULUL JANNAH ? ]
QS 2:214. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga ?
Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Kapankah datangnya pertolongan Allah?"
Kamis, 22 Oktober 2009
MENGAPA HARUS MENANGIS . . .?
QS 53 : 43. Dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.
Sudahkah kita cari Dia, kita kejar Dia, kita dekati Dia sehingga tiada sekat antara kita dan Dia, sehingga seluruh nikmat ditambahkan oleh Dia . . .?
QS 2:156. Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali
Sehingga jangan sampai lupa mengingat Allah Sang Ghoib [ingat: hanya ALLAH saja yang ghoib], mintalah petunjuk kepada guru wasithah, karena setanlah yang selalu membuat manusia lupa mengingat Allah, perhatikan firman ini . . .
QS 58 Al Mujaadillah 19: Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka Itulah golongan syaitan. ketahuilah, bahwa Sesungguhnya golongan syaitan Itulah golongan yang merugi.
Keluarlah dari kedirian [egoisme] , jauhilah dia, dan pasrahkanlah segala sesuatu kepada Allah, jadilah penjaga pintu hatimu, patuhilah senantiasa perintah-perintah-Nya, hormatilah larangan-larangan-Nya, dengan menjauhkan segala yang diharamkan-Nya. Katakan dengan jelas, berjanjilah dengan tegas untuk dirimu sendiri seperti yang dimaksud dalam QS 2:131 : Aku tunduk patuh kepada Tuhan seluruh alam [Dialah ALLAH], QS 2:156 : kepada-Nya-lah Kami kembali . . .
Sabtu, 22 Agustus 2009
PUASAKU UNTUK-MU YAA ALLAH
Puasa syariat adalah menahan diri daripada makan, minum dan bersetubuh daripada terbit fajar hingga terbenam matahari . Puasa kerohanian selain yang demikian ditambah lagi memelihara pancaindera dan fikiran daripada perkara-perkara yang keji. Ia adalah melepaskan segala yang tidak sesuai, zahir dan batin. Rusak sedikit saja niat mengenainya rusaklah puasa rohani. Puasa syariat terikat dengan masa sementara puasa rohani kekal di dalam kehidupan sementara ini dan kehidupan abadi di akhirat. Inilah puasa yang sebenarnya.
Nabi s.a.w bersabda, orang yang berpuasa tidak mendapat apa-apa daripada puasanya kecuali lapar dan dahaga. Puasa syariat ada waktu berbuka tetapi puasa rohani berjalan terus walaupun matahari sudah terbenam, walaupun mulut sudah merasakan makanan. Mereka adalah yang menjaga pancaindera dan pemikiran bebas daripada kejahatan dan yang menyakitkan orang lain. Untuk itu Allah telah berjanji, Puasa adalah amalan untuk-Ku dan Aku yang membalasnya. Mengenai dua jenis puasa itu Nabi s.a.w bersabda, Orang yang berpuasa mendapat dua kesukaan. Pertama bila dia berbuka dan kedua bila dia melihat. Orang yang mengenali zahir agama mengatakan kesukaan yang pertama itu ialah kesukaan ketika berbuka puasa dan kesukaan apabila mereka melihat' itu ialah melihat anak bulan Syawal menandakan hari raya. Orang yang mengetahui makna batin bagi puasa mengatakan kesukaan berbuka puasa ialah apabila seseorang yang beriman itu masuk syurga dan menikmati balasan di dalamnya, dan kesukaan yang lebih lagi ialah apabila melihat, yang dimaksud adalah:apabila orang yang beriman melihat Allah dengan mata rahasia bagi hati.
Lebih berharga daripada dua jenis puasa itu ialah puasa yang sebenarnya (puasa hakikat), yaitu menghindarkan hati daripada menyembah sesuatu selain dari Zat Allah [yang memiliki Sifat maupun af’al Allah]. Artinya kalau suatu ketika si Fulan berlatih nafas menggunakan jurus 7.5.2 dengan MEYAKINI menyembuhkan penyakit oranglain, yang sesunggunhnya yang terjadi adalah si Fulan telah menyembah NAFSUNYA sehingga menjadi golongan yang mencarikan sekutu atas ALLAH.
Sementara puasa mengajarkan agar mata hati buta terhadap semua kewujudan, walaupun di dalam alam rahasia di luar daripada alam dunia ini, melainkan kecintaan kepada Allah, kerana walaupun Allah menjadikan segala-galanya untuk manusia, Dia jadikan manusia untuk-Nya, dan Dia berfirman: Insan adalah rahasia-Ku dan Aku rahasianya. Rahasia itu ialah cahaya daripada cahaya Allah Yang Maha Suci. Ia adalah pusat atau jantung hati, dijadikan daripada sejenis jisim yang amat seni. Ia adalah roh yang mengetahui segala rahasia-rahasia yang hak. Ia adalah hubungan rahasia di antara yang dicipta dengan Pencipta. Rahasia itu tidak cenderung dan tidak mencintai sesuatu yang lain daripada Allah.
Tidak ada yang berharga untuk diingini, tiada yang dikasihi di dalam dunia ini dan diakhirat, melainkan Allah. Jika satu zarah sahaja daripada sesuatu memasuki hati selain kecintaan kepada Allah, maka batallah puasa hakikat. Seseorang perlu memperbaharuinya, menghadapkan segala kehendak dan niat kembali kepada kecintaan-Nya, di sini dan di akhirat. Firman Allah, Puasa adalah untuk-Ku dan hanya Aku yang membalasnya.
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA ROMADHON TH 2009. UNTUK WARGA DQ DAN CM DIMANAPUN BERADA, MARI KITA TINGKATKAN KUALITAS PUASA KITA SEHINGGA BUKAN MENJADI PUASANYA ANAK KECIL YANG HANYA BERLATIH MENAHAN NAFSU MAKAN DAN MINUM, TETAPI JUGA JANGAN MENJADI PUASANYA ORANG YANG BELUM BERILMU YANG HANYA MENUKAR PUASA DENGAN NAFSUNYA BIAR KAYA ATAUPUN NAIK PANGKAT. TETAPI IKLAHSKAN HANYA UNTUK SANG MAHA HIDUP TEMPAT KITA KEMBALI. SETELAH ITU MARI KITA ISTIQOMAH . . .
ALHAMDULILLAAHI ROBBIL ALAMIIN.